Selasa, 10 Juli 2012

Resensi



Nama: Andri Riantoro C.U
Nim: a310110056


 Resensi novel Ranah 3 Warna
Judul : Ranah 3 Warna
Pengarang : A. Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Januari 2011 (cetakan pertama)
Tebal : 473 Halaman
Harga : Rp 65.000,-

Tanggal 23 januari 2011 ranah 3 warna, seri kedua dari Trilogi Negeri 5 menara karya ahmad fuadi, resmi terbit. Novel Ranah3 warna ini terkenal dengan mantra man shabara zhafira( barang siapa bersabar akan beruntung). Alif masih menjadi sentral dalam cerita novel ini. Hanya saja kali ini dia sudah berpisah dengan para sahibul menara. Kolaborasi kedua mantra ini merupakan bekal Alif untuk memenangkan impiannya. Lulus dari pesantren Alif pulang kampung dan sejenak ber reoni dengan Randai. Sahabat sekaligus kompetiornya, yang sedang libur kuliah dari ITB. Alif ingin menyusul jejak Randai kuliah di ITB. Sayang untuk menggapai itu tidak mudah. Bahkan Randai pun meragukannya karena Alif hanyalah lulusan sekolah agama, tanpa ijazah pula. alif belajar keras untuk mengikuti ujian persamaan guna untuk memperoleh ijazah persamaan. Dan perjuangannya ternyata tak hanya sampai disini, setelah lulus ujian persamaan, Alif harus lebih giat lagi belajar untuk mengikuti UMPTN. Going the extra miles. Detik-detik pengumuman tiba, dengan gugup Alif mengeja setiap nomor ujian, dan ia menemukan nomor untuk kode HI Unpad. Meski bukan Teknik Penerbangan ITB yang ia dapatkan, Alif tetap bersyukur karena inilah rejekinya. Perjuangan baru segera dimulai. Perjuangan untuk kuliah dan hidup di Bandung yang tentunya tak makan tak makan biaya sedikit. Untuk semetara waktu Alif menumpang di kostan Randai. Dalam novel dikisahkan perjuangan Alif yang tiada hentinya, terlebih setelah ayah tercintanya meninggalkannya. Berbagai usaha dilakukan untuk menyambung hidup, semua ini ditekuni oleh alif dengan sabar dan selalu sabar.
Kelebihan novel: Novel ini memiliki banyak kejutan untuk pembacanya, baik yang mengaharu-biru maupun yang membuat kita tersenyum. Terlepas dari itu semua, saya benar-benar kagum dengan cara penulis mengolah kata menjadi tulisan. Novel ini penuh dengan pelajaran-pelajaran yang bisa kita ambil dengan tanpa terkesan menggurui, mengedepankan kata kunci ‘sabar’.
Kekurangan novel: Karakter sahabat menara kurang begitu menonjol. Karena dinovel ini Alif memang mengisahkan mengenai sahabat dan keluarga baru. Masih ada beberapa istilah asing yang tidak disertai penjelasan atau terjemahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar