Nama: Andri Riantoro C.U
Nim: a310110056
Resensi novel Ranah 3
Warna
Judul : Ranah 3 Warna
Pengarang : A. Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Januari 2011 (cetakan
pertama)
Tebal : 473 Halaman
Harga : Rp 65.000,-
Tanggal
23 januari 2011 ranah 3 warna, seri kedua dari Trilogi Negeri 5 menara karya
ahmad fuadi, resmi terbit. Novel Ranah3 warna ini terkenal dengan mantra man shabara zhafira(
barang siapa bersabar akan beruntung). Alif masih menjadi sentral dalam cerita
novel ini. Hanya saja kali ini dia sudah berpisah dengan para sahibul menara. Kolaborasi
kedua mantra ini merupakan bekal Alif untuk memenangkan impiannya. Lulus dari
pesantren Alif pulang kampung dan sejenak ber reoni dengan Randai. Sahabat
sekaligus kompetiornya, yang sedang libur kuliah dari ITB. Alif ingin menyusul
jejak Randai kuliah di ITB. Sayang untuk menggapai itu tidak mudah. Bahkan
Randai pun meragukannya karena Alif hanyalah lulusan sekolah agama, tanpa
ijazah pula. alif belajar keras untuk mengikuti ujian persamaan guna untuk
memperoleh ijazah persamaan. Dan perjuangannya ternyata tak hanya sampai
disini, setelah lulus ujian persamaan, Alif harus lebih giat lagi belajar untuk
mengikuti UMPTN. Going the extra miles. Detik-detik pengumuman tiba, dengan
gugup Alif mengeja setiap nomor ujian, dan ia menemukan nomor untuk kode HI
Unpad. Meski bukan Teknik Penerbangan ITB yang ia dapatkan, Alif tetap
bersyukur karena inilah rejekinya. Perjuangan baru segera dimulai. Perjuangan
untuk kuliah dan hidup di Bandung yang tentunya tak makan tak makan biaya
sedikit. Untuk semetara waktu Alif menumpang di kostan Randai. Dalam novel
dikisahkan perjuangan Alif yang tiada hentinya, terlebih setelah ayah
tercintanya meninggalkannya. Berbagai usaha dilakukan untuk menyambung hidup,
semua ini ditekuni oleh alif dengan sabar dan selalu sabar.
Kelebihan novel: Novel ini memiliki
banyak kejutan untuk pembacanya, baik yang mengaharu-biru maupun yang membuat
kita tersenyum. Terlepas dari itu semua, saya benar-benar kagum dengan
cara penulis mengolah kata menjadi tulisan. Novel ini penuh dengan
pelajaran-pelajaran yang bisa kita ambil dengan tanpa terkesan menggurui,
mengedepankan kata kunci ‘sabar’.
Kekurangan
novel: Karakter sahabat
menara kurang begitu menonjol. Karena dinovel ini Alif memang mengisahkan
mengenai sahabat dan keluarga baru. Masih ada beberapa istilah asing yang tidak
disertai penjelasan atau terjemahan.


