Rabu, 14 Maret 2012

Awas 1001 awas! Kalau bisa, janganlah menarik atau tertarik pada apa atau siapa pun juga hanya secara phisik (badaniah) saja, tapi marilah kita belajar dan atau berusaha mengisi otak, hati maupun keseluruhan kepribadian lahir batin diri kita dengan berbagai hal positif yang benar-benar baik dan bermanfaat pada setiap kesempatan maupun kesempitan. Marilah kita menarik maupun tertarik secara baik, benar dan wajar.

Senin, 12 Maret 2012

puisi cinta

Air MATa bIDAdari

K0s0ng...
Hidupku terasa kosong
hampa, perih ,tersakiti
mimpi…indah pun terhapus
kenangan manis hanya menjdi debu.
 Di balik dinding-dinding kenangan yang usang
kau masih tersenyum dan bersinar
seakan memberi secerca harapan
tuk kembli lagi dalam jalan cintamu
 setiap malam...
Mimpi dan khayalan itu datang
canda dan tawanya terdengar
memecah kebahagian dan meneteskan
sebuah Tangisan dari sang bidadari kesepian.

puisi cinta


RINDU BULAN

Ingin rasanya ku tEteskan air mataku
mengenang dirimu
namun ku tak sanggup

rasa rinduku padamu
begitu terasa mencabik dan mengiris lubuk hatiku
membuat sepi di setiap lembaran buku cintaku

dengan sayap-sayap cintaku
ku ingin memelukmu,menciummu
sampai kau tertidur di pangkuanku

namun.....
Itu mimpi
itu khayalan
yang sekarang tak dapat lagi diterima sang bulan

rintihan...
Tangisan.....
Akan kerinduan pada sang bulan
kini hanya luka bagiku
beterbangan ke awan
turun menjadi debu cinta
yangg akan terbuang dan sia-sia.

Minggu, 11 Maret 2012

Morfologi




MORFOLOGI

Hakikat morfologi menurut Kridalaksana (1984) adalah bidang linguistik yang mempelajari morfem dan kombinasi-kombinasinya. Morfologi berasal dari kata bahasa inggris morfphology, yakni ilmu tentang morfem. Objek morfologi adalah hal-hal yang berhubungan dengan bentuk kata atau struktur kata dalam bahasa. Oleh karena itu, morfologi menjadi hal penting dalam proses pemetukan kata dan almorf-almorfnya terkait dengan bidang linguistik struktural.
Morfologi merupakan satu system dari suatu bahsa dalam arti luas, sehingga struktur kata yang senantiasa membentuk kalimat-kalimat tentu mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan jenis kata atau makna kata yang dikehendaki oleh penutur atau penulisnya. Dengan demikian morfologi memiliki keleluasaan dalam proses pembentukan morfem, kata, dan kombinasi-kombinasinya baik pada kategori morfem bebas maupun terikat. Gambaran pernyataan diatas dapat diperhatikan beberapa contoh berikut:
a.       Kata “ lari” termasuk jenis kata kerja. Sebagai kata kerja kata “lari” dapat berubah menjadi jenis kata lain seperti pada contoh dibawah ini:
·         Lari : kata kerja
·         Pelari: kata benda

Dengan demikian terlihat bahwa suatu golongan kata yang dapat ditransformasikan kegolongan kata lain. Hal ini dapat dibuktikan dengan analogi contoh-contoh kata lain yang dapat disubtitusikan secara transformatik pada contoh diatas.
b.      Kata “lari” dapat diartikan dengan berbagai macam makna setelah mengalami perubahan bentuk, seperti deskripsi berikut;
·         Lari : kata kerja aktif
·         Dilarikan : kata kerja pasif
·         Larikan : perintah untuk melarikan objek
·         Pelari : orang yang berprofesi sebagai pelari
·         Berlari-lari : melakukan berulang-ulang
·         Melarikan : melakukan perkerjaan (melarikan) dengan alsan tertentu dan objek tetap.
·         Larilah : kata bentuk perintah
Mengacu pada kedua contoh diatas dapat disimpulkan bahwa kata berpentingan terhadap perubahan golongan dari makna agar dapat menunujang fungsinya sebagi system bahasa dalam lingkup kalimat, klausa, frase, kata, dan sebagainya. Hali ini dilihat dari kata-kata tersebut, baik secara leksikal maupun gramatikal.
Konsep perubahan struktur kata secar gramatik  ada kaitanya dengan golongan atau jenis kata serta makana suatu kata. Morfologi sebagai ilmu yang mengkaji masalah-masalah struktur kata tentu tidak terlepas hal tersebut. Oleh sebab itu, tepat sekali yang dikatakan Ramlan dalam bukunya morfologi bahwa morfologi disamping bidangnya yang utama menyelidiki seluk-beluk struktur kata,juga menyelidiki kemungkinan adanay perubahan golongan kata yang timbul sebagi akibat perubahyan struktur kata. Dengan demikian linguistik dan morfologi tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain karena keduanya memiliki kekuatan untuk saling menguatkan secara teori dan konsep.